Cerita Kredivo Bangun Usaha di Tengah Stigma Negatif Fintech

Cerita Kredivo Bangun Usaha di Tengah Stigma Negatif Fintech

Cerita Kredivo Bangun Usaha di Tengah Stigma Negatif Fintech

PT FinAccel Teknologi Indonesia didirikan untuk membangun inovasi platform

layanan keuangan di Asia Tenggara. Langkah pertama FinAccel adalah dengan membuat platform pembayaran berbasis kredit, yaitu Kredivo pada April 2019.

Sejak terbentuk, FinnAcel meraih empat putaran pendanaan. Data terbaru, FinAccel meraih pendanaan ekuitas Seri C sebesar US$90 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.

Pendanaan ini dipimpin oleh Asia Growth Fund yang merupakan joint venture antara Mirae Asset Naver. Tak hanya itu, terdapat pula Square Peg.

Pendanaan akan digunakan untuk memperkuat bisnis Kredivo di Indonesia

sekaligus melihat peluang ekspansi ke luar negeri.

Merespons pendanaan ini, CNNIndonesia.com melakukan wawancara eksklusif dengan oleh sang CEO FinAccel, Akshay Garg dan CTO FinAccel Alie Tan. Seperti apa cerita perjalanan jatuh bangun mereka membangun Kredivo di Indonesia?

Lihat juga:Disuntik Dana Rp1,2 Triliun, Kredivo Ekspansi ke Filipina

Resep rahasia sehingga bisa meyakinkan investor dan bangun kredibilitas dalam tiga tahun di Indonesia?

Tidak ada jawaban mudah untuk resep rahasia itu, tapi ada empat kombinasi.

Pertama, kombinasi dari besarnya peluang. Kebanyakan orang asing sadar betapa peluang besar ada di Indonesia. Tidak sebesar di India dan China. Makanya orang-orang lebih sedikit fokus ke sana.

Kedua, kami punya produk kuat, karena ada peluang besar saja tidak berarti kami dapat kredibilitas. Tetapi juga harus ada produk yang kuat. Saya pikir itu yang kami lakukan di Kredivo dalam tiga tahun ke belakang.

Saya janji apabila Anda gunakan. Anda tidak akan gunakan metode peminjaman lain, karena lebih simpel dibandingkan yang lain. Jadi kita lahirkan produk yang suka digunakan oleh konsumen. Kita buat produk yang sangat disukai pengguna e-commerce.

Ketiga adalah anda harus punya model bisnis yang kuat. Investor harus bisa melihat bahwa perusahaan bisa menguntungkan perusahaan ini menguntungkan dan ada kredibilitas. Jadi manajemen risiko jadi hal yang penting.

Investor harus bisa melihat perusahaan memiliki model bisnis yang kuat, bisa menguntungkan dan memiliki manajemen risiko yang kuat.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/runkeeper-gps-apk/