Habitat Ikan Nila Dan Perkembangbiakannya

Habitat Ikan Nila Dan Perkembangbiakannya

Habitat ikan nila

Habitat ikan nila

Seperti ikan air tawar pada umumnya, nila gift hidup di tempat–tempat yang airnya agak dangkal, ikan nila termasuk ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan hidup. Nila dapat hidup di air tawar, air payau dan di air sedikit asin. Ikan nila yang ukuran lebih kecil lebih tahan terhadap perubahan suhu di bandingkan ikan yang ukuran besar.

Keadaan suhu optimal untuk nila gift 25–30o C, pH 7-8 , oksigen terlarut 3-5 ppm.oleh karena

Oleh karna itu ikan nila lebih cocok di pelihara di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dari permukaan laut ( Suyanto 1994 ).

Perkembangbiakan

Ikan nila yang masih kecil masih belum tampak perbedaan alat kelaminnya. Baru setelah berat badannya telah mencapai 50gr baru dapat di lihat perbedaan kelaminnya sedangkan ikan nila yang berumur 4–5 bulan ( 100gr–200gr ) sudah mulai kawin dan bertelur

Ciri–ciri ikan nila jantan adalah sebagai berikut :

  • Warna ikan gelap dari ikan betina. Bila tiba waktunya untuk memijah, bagian sirip berwarna merah cerah. Sifatnya mejadi lebih galak dari ikan nila jantan lainnya.
  • Alat kelaminnya berupa tonjolan di belakang lubang anus. Pada tonjolan tersebut terdapat lubang untuk mengeluarkan sperma.
  • Tulang rahang melebar kebelakang yang memberi kesan kokoh.

Ciri–ciri induk ikan nila betina sebagai berikut :

  • Alat kelamin berupa tonjolan di belakang lubang anus. Namun pada tonjolan itu ada dua lubang yang di depan untuk mengeluarkan telur, sedangkan lubang yang di belakang untuk mengeluarkan air seni.
  • Warna tubuh lebih cerah dibandingkan dengan ikan nila jantan dan gerakannya lebih lambat,.

Ikan nila dapat memijah sepanjang tahun. Bila induk–induk ikan di pelihara dangan baik dan di beri pakan yang baik maka ikan nila dapat memijah setiap 1,5 bulan sekali. Secara alami ikan nila biasanya bisa memijah setelah turun hujan. Ikan ini dapat memijah tanpa persyaratan yang khusus, tidak perlu pengeringan kolam terlebih dahulu ( Ir Abbas siregar Djarijah 2006 )

Bila telah tiba saatnya memijah, ikan jantan  tersebut membuat sarang berbentuk cekungan di dasar kolam. Diameter cekungan antara 30–50 cm sesuai dengan besar ikan. Lalu ikan jantan menjemput ikan betina masuk kedalam cekungan tadi. Kemudian ikan betina mengeluarkan telurnya dan pada saat yang sama ikan jantan mengeluarkan spermanya. Dan pembuahan terjadi di dalam cekungan (Suyanto 1994).

 

Sumber: http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/cara-menanam-buah-naga/