Kesabaran Lindswell Kwok Hadapi Tuduhan ‘Anak Durhaka’ dari Netizen

Kesabaran Lindswell Kwok Hadapi Tuduhan ‘Anak Durhaka’ dari Netizen

Kesabaran Lindswell Kwok Hadapi Tuduhan 'Anak Durhaka' dari Netizen

Keputusan mantan atlet wushu

Lindswell Kwok untuk memeluk agama Islam dan berhijab, menuai pro-kontra warganet. Tak sedikit orang-orang yang berkomentar buruk di media sosial.

Keadaan tersebut dipicu karena perbedaan keyakinan antara Lindswell dan keluarganya, sehingga ia harus menyembunyikan identitas agama selama kurang lebih dua tahun. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar Lindswell Kwok dalam berhijrah.

“Memang berat sih, apalagi waktu orang-orang menghakimi, jadi mereka cuma tahu cerita sepotong tapi menghakimi lebih dari yang mereka tahu. Sedih pasti. Tahu cerita sepotong, tapi menghakimi, lebih dari yang dia tahu,” tutur Lindswell kepada Wolipop, di kawasan Tangerang, Banten, Jumat (10/5/2019).

Ia mengungkap komentar paling menusuk hatinya

adalah kata-kata ‘Anak Durhaka’. Tidak sedikit pun maksud apalagi niat di hati Lindswell untuk menjadi anak durhaka. Ia mengaku sangat dekat dengan kedua orang tuanya.

“Aku paling sedih pas dibilang ‘anak durhaka, nggak peduli sama orang tua’. Kan kamu (netizen) nggak melihat bagaimana aku di rumah. Kenapa orang tua aku bisa sesedih itu. Kalau memang aku anak yang durhaka dan tidak disukai orang tua, mungkin orang tuaku bakal ‘yaudah deh terserah kamu gimana’, gitu,” ungkap peraih medali emas di Asian Games 2018 ini.

Di tengah keterpurukan itu

Lindswell dikuatkan oleh sahabatnya. Ia diingatkan untuk tetap mengharap ridha Allah dan tidak mengambil hati perkataan orang.

“Tapi di-support sama orang-orang terdekat. ‘Udahlah, emang kaya gitu. Buat apa ngarepin ridhonya orang, lebih baik mengharap ridho Allah’. Tapi ya gimana kan keliatan ya (komentar di media sosial),” tuturnya.

Suaminya, Achmad Hulaefi juga berperan besar untuk membuat Lindswell tetap semangat. Ulae, sapaan akrabnya berusaha mengalihkan perhatian Lindswell dari komentar buruk di media sosial, kepada kegiatan yang positif seperti bisnis atau mengurus rumah.

“Keluarga suami juga ngingetin, ini konsekuensinya. Walau bagaimanapun kata orang, kata keluarga, kamu harus tetep baik. Kamu jangan ngamuk. Kontrol diri, karena bagaimanapun itu, pasti keluarga sakit hati, marah, jadi kamu nggak boleh marah balik,” tutup Lindswell.


Sumber:

https://www.modelbajumuslimbatik.com/