Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Jakarta

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Jakarta

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Jakarta

 

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Jakarta. Kota Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan adalah kota yang berkembang menjadi kota perdagangan dan jasa yang mensyaratkan tersedianya kemudahan dan kecepatan akses, terutama di bidang sarana prasarana transportasi. Karenanya, selain menjadi kota transit, Surabaya juga menjadi tujuan bisnis. Melihat dari luasnya kota Surabaya maka kebutuhan warga di kota surabaya demikian telah terpenuhi oleh sarana prasarana kota yang memadai.
Dari segi letak Geografis, wilayah Kota Surabaya adalah dilalui dan dihubungkan oleh sungai atau tepatnya kali (bahasa Jawa, red). Dilihat dari sejarah kota Surabaya saja, banyak pedagang – pedagang dari Gujarat, Arab, India, China, dan lain – lain yang membangun pusat – pusat perdagangan di daerah sekitar sungai karena itu sungai berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat Surabaya pada zaman dahulu.
Untuk menjangkau seluruh sudut kota, warga kota tak perlu kuatir karena Kota Surabaya memiliki kelengkapan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Kota Surabaya memiliki infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara yang mampu melayani perjalanan lokal, regional, maupun internasional. Menurut teori ekologi, manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya. Ia membentuk dan terbentuk oleh lingkungan hidupnya (Soemarwoto, 2004: 54).
Salah satu sarana transportasi yang ada di Kota Surabaya adalah perahu eretan atau tambangan (bahasa Jawa, red). Perahu eretan adalah perahu tanpa mesin yang sistem kerjanya dengan cara ditarik atau dieret – eret(bahasa Jawa, red) dengan dua orang awak kapal. Perahu eretan oleh warga Surabaya juga biasa disebut Getek. Perahu tersebut dapat mengangkut hingga sepuluh orang dalam sekali jalan. Perahu eretan terbuat dari kayu dan dilengkapi tempat duduk dan beratap sehingga terhindar dari kehujanan maupun kepanasan. Jarak tempuh perahu eretan antara sepuluh hingga lima belas meter menuju seberang sungai. Sebuah tali karet hitam dan beberapa kabel diuntai dihubungkan dari dermaga kecil hingga di dermaga seberang sungai. Alat transportasi ini sangat terkenal di daerah bantaran Kali Surabaya. Karena dilihat dari kondisi geografis Surabaya sendiri yang dilalui oleh sungai yaitu Kali Surabaya. Sebagai sarana pengangkutan yang praktis dan murah, jasa eretan ini seringkali dimanfaatkan oleh warga sekitar bantaran sungai.