Latar Belakang Nasionalisme

Latar Belakang Nasionalisme

Latar Belakang Nasionalisme

Sebagai warga negara yang baik sudah selayaknya bagi kita untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa kita sendiri.Sikap dan perilaku warga negara dapat menunjukan karakter negara itu sendiri. Sehingga semua warga negara dituntut untuk berperilaku baik.

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, adat, ras dan agama yang tidak sedikit. Keberagaman tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi Indonesia apabila warga negaranya saling menjaga satu sama lain dan menciptakan kedamaian. Kedamaian akan tercipta apabila warga negaranya mampu berkontribusi penuh kepada negaranya dan mau menjunjung tinggi rasa nasionalisme serta mau saling menghargai antar warga sebangsa dan setanah air tanpa menghiraukan perbedaan yang ada.

Namun, tidak sedikit juga warga negara Indonesia yang lebih mementingkan kepentingan golongan daripada negaranya sendiri. Mereka cenderung memikirkan kepentingan diri sendiri.

Berawal dari latar belakang tersebut, maka penulis menyusun makalah berjudul “Nasionalisme dan Indonesia”. Diharapkan makalah ini dapat memberikan pengetahuan tentang bagaimana nasionalisme yang ada di Indonesia dan bagaimana cara memupuk rasa nasionalisme yang sudah ada agar menjadi lebih kuat.

Pengertian Nasionalisme

Nation berasal dari bahasa Latin natio, yang dikembangkan dari kata nascor (saya dilahirkan), maka pada awalnya nation(bangsa) dimaknai sebagai “sekelompok orang yang dilahirkan di suatu daerah yang sama” (group of people born ini the same place) (Ritter,1986:286). Kata ‘nasionalisme’ menurut Abbe Barruel untuk pertama kali dipakai di Jerman pada abad ke-15, yang diperuntukkan bagi para mahasiswa yang datang dari daerah yang sama atau berbahasa sama, sehingga mereka itu (di kampus yang baru dan daerah baru) tetap menunjukkan cinta mereka terhadap bangsa/suku asal mereka (Ritter, 1986: 295) .


Nasionalisme pada mulanya terkait dengan rasa cinta sekelompok orang pada bangsa, bahasa dan daerah asal usul semula. Rasa cinta seperti itu dewasa ini disebut semangat patriotisme. Jadi pada mulanya nasionalisme dan patriotisme itu sama maknanya. Namun sejak revolusi Perancis meletus 1789, pengertian nasionalisme mengalami berbagai pengertian, sebab kondisi yang melatarbelakanginya amat beragam. Antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Nasionalisme bukan lagi produk pencerahan Eropa tetapi menjadi label perjuangan di n egara-negara Asia-Afrika yang dijajah bangsa Barat.

Artikel Lainnya :