Mengamalkan Ajaran Khadijah dari Gua Hira

Mengamalkan Ajaran Khadijah dari Gua Hira

Mengamalkan Ajaran Khadijah dari Gua Hira

Gua Hira

gua tempat Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu melalui malaikat Jibril setelah berdiam diri berhari-hari. Gua ini terletak di atas gunung batu di Jabal Nur. Bagi yang sedang haji atau umroh, untuk sampai ke sana bisa menggunakan taksi dari masjidil harom dengan biaya 20 riyal atau naik semacam angkot dengan biaya 5 riyal per orang

Sejenak merasakan seorang Khadijah tentulah berlebihan, tentu saja tidak mungkin menyamainya. Kegigihan dan kesetiaan seorang Khadijah tentulah tidak tertanding. Tetapi, untuk mendaki gua hira ini sangatlah dibutuhkan semangat seorang Khadijah.

Pendakian gunung batu ini

membutuhkan tekat yang kuat karena tidak ada tempat berteduh dari panas, tidak ada pepohonan dan rute yang terjal dan curam. Semua sepanjang mata memandang adalah batu. Perjalanan dimulai dari jalan aspal yang mendaki kemudian berlanjut tangga yang tidak sempurna sampai dengan tangga yang tidak berbentuk atau tidak bertangga sama sekali.

Tidak perlu ragu untuk melanjutkan pendakian

sedikit beristirahat dan membayangkan perjuangan Khadijah di umur 50 tahun mengirimkan makanan untuk suami dengan rute yang tentu lebih sulit dari sekarang, cukup untuk menambah suntikan tenaga.

Jika lancar dan Anda dapat berhenti beberapa kali maka waktu tempuh sekitar 2 jam sampai ke puncak. Dalam rute pendakian, ada beberapa pengemis yang siap mendoakan kita dengan bahasa Indonesia dan di puncak ada penjual kopi, buah dan mie.

Jangan berhenti terlalu lama di puncak, karena Anda belum sampai di Gua Hira. Perlu untuk sedikit turun kemudian melalui himpitan 2 batu besar seperti pintu yg hanya bisa dilalui 1 orang dan dilanjutkan dgn jalan membungkuk beberapa meter karena tidak cukup jika jalan dengan posisi berdiri, barulah kemudian sampai di depan gua. Gua Hira ini ternyata sempit sekali, muat sekitar 2-3 orang saja.

Mendatangi Gua Hira mengingatkan kita betapa luar biasa perjuangan Nabi Muhammad SAW juga Khadijah. Lokasi yang begitu sulit dijangkau, medan yang tidak mudah dan rute yang berat membuat seolah olah bisa merasakan sebuah perjuangan. Cukup melihat saja, tidak perlu melakukan apa-apa untuk menikmati sejarah.


Baca Artikel Lainnya: