Penanaman Pare Secara Langsung Dan Tidak Langsung

Penanaman Pare Secara Langsung Dan Tidak Langsung

 Penanaman Pare secara langsung

Penanaman dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama benih/ biji langsung ditanam dan cara kedua benih disemaikan terlebih dahulu ditempat terpisah sampai benih tersebut tumbuh beberapa helai daun, baru di pindah dilapang.

Cara langsung

  • Setelah lubang tanam dibuat dengan ukuran 25 x 25 x 25 cm  dan  telah  diberikan pupuk kandang yang telah matang, masukkan benih/ biji pare kedalam lubang tanam  tadi sedalam kurang lebih 3-4 cm, lalu tutup kembali dengan
  • Pada waktu bersamaan dimasukkannya benih/ biji pare kedalam tanah, masukan pula

furadan kira-kira sejumput (temukan antara ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah) untuk mengambil furadan tersebut.

  • Pemberian furadan tersebut dimaksudkan untuk melindungi benih/ biji dari serangan nematoda dan cacing tanah serta hewan
  • Penanaman telah disesuaikan dengan jarak tanam yang telah dibuat tadi pada saat pengolahan tanah yaitu 75 cm x 75 cm atau 1 m x 1 m dalam
  • Untuk menjamin benih/ biji tumbuh dengan baik, lakukan  penyiraman  disekitar  Penyiraman selanjutnya sangat tergantung pada kondisi  cuaca. Apabila banyak terjadi curah hujan maka tanaman sebaiknya tidak perlu disiram. Apabila dalam keadaan kurang hujan atau bahkan sama sekali kering, tanaman harus disiram dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Cara Tidak Langsung

Cara penanaman tidak langsung ini, benih/ biji disemai terlebih dahulu. Ada 2 cara persemaian, yaitu memakai kotak persemaian dan menggunakan tanah persemaian terpisah.

Persemaian dikotak

  • Buat kotak persemaian yang terbuat dari papan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 15
  • Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : Aduk hingga rata.
  • Tanam benih/ biji pare dengan ukuran 2 x 2
  • Sebelum ditanam biji direndam dengan menggunakan atonik 2 cc/ liter selama 10-15
  • Angkat benih pare yang telah tumbuh kira-kira yang telah berumur kurang lebih 10 hari kedalam polybag kecil atau wadah yang terbuat dari daun
  • Setelah berumur 15 – 20 hari atau bibit pare mempunyai 3 helai daun baru pindahkan atau bibit siap untuk ditanam

Persemaian di Lapang

  • Buatkan bedengan dengan ukuran 1,5 meter x 4 meter dan cangkul tanah bedengan tersebut sedalam 30
  • Campurkan tanah yang ada dalam bedengan tersebut dengan 40-50 Kg pupuk  kandang dan ditambah 0,5 Kg Tsp lalu aduk hingga
  • Buat naungan dari rumbia dengan tinggi tiang 1 meter disebelah timur dan 0,75 m disebelah
  • Tanam biji pare seperti yang dilakukan pada persemaian dikotak
  • Selanjutnya perlakukan sama seperti apa yang dilakukan pada persemaian  dikotak kayu.

Baca Juga : https://lahan.co.id/