PERHITUNGAN PAJAK TERUTANG

Table of Contents

PERHITUNGAN PAJAK TERUTANG

PERHITUNGAN PAJAK TERUTANG
PERHITUNGAN PAJAK TERUTANG

Tarif PPh Pasal 17
a. Tarif pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut:

Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
Sampai dengan Rp 50.000.000,005%
Rp 50.000.000,00 – Rp 250.000.000,0015%
Rp 250.000.000,00 – Rp 500.000.000,0025%
Diatas Rp 500.000.000,0030%



b. Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar 25%.
Contoh: 
Jumlah Penghasilan Kena Pajak Rp 1.250.000.000,00
Pajak Penghasilan yang terutang  =   25% x Rp 1.250.000.000,00
                                                                 =   Rp 312.500.000,00

Tarif Pasal 31E
Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.000,00 mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp 4.800.000.000,00.

Contoh 1 :
Peredaran bruto PT Y dalam tahun pajak 2012 sebesar Rp 4.500.000.000,00 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp 500.000.000,00.
Penghitungan pajak terutang:
Seluruh Penghasilan Kena Pajak yang diperoleh dari peredaran bruto tersebut dikenai tarif sebesar 50% dari tarif Pajak Penghasilan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT Y tidak melebihi Rp 4.800.000.000,00.
Pajak Penghasilan Terutang = (50% x 25%) x Rp 500.000.000,00 = Rp 62.500.000,00

Contoh 2 :
Peredaran bruto PT X dalam tahun pajak 2012 sebesar Rp 30.000.000.000,00 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp 3.000.000.000,00.
Penghitungan Pajak Penghasilan yang terutang:
1. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas:
(Rp 4.800.000.000,00 : Rp 30.000.000.000,00) x Rp 3.000.000.000 = Rp 480.000.000,00
2. Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas:
Rp 3.000.000.000,00 – Rp 480.000.000,00 = Rp 2.520.000.000,00

Pajak Penghasilan terutang:
– (50% x 25%) x Rp 480.000.000,00          = Rp   60.000.000,00
– 25% x Rp 2.520.000.000,00                     = Rp 630.000.000,00 (+)
Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang  = Rp 690.000.000,00

KREDIT PAJAK

Kredit Pajak untuk Pajak Penghasilan  adalah pajak yang dibayar sendiri  oleh Wajib Pajak ditambah dengan pokok pajak yang terutang dalam  Surat Tagihan Pajak karena Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan  tidak atau kurang dibayar, ditambah dengan pajak yang dipotong atau  dipungut, ditambah dengan pajak atas penghasilan yang dibayar atau  terutang di luar negeri, dikurangi dengan pengembalian pendahuluan  kelebihan pajak, yang dikurangkan dari pajak yang terutang.

Kredit Pajak untuk Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak Masukan  yang dapat dikreditkan setelah dikurangi dengan pengembalian  pendahuluan kelebihan pajak atau setelah dikurangi dengan pajak  yang telah dikompensasikan, yang dikurangkan dari pajak yang  terutang.

Kredit Pajak Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri dan BUT

  • Pasal 22 : Pemungutan PPh dari kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
  • Pasal 23 : Pemotongan PPh dari dividen, bunga, royalty, sewa, hadiah dan penghargaan, dan imbalan lain.
  • Pasal 24 : Pajak yang dibayar atau terutang atas penghasilan dari luar negeri yang boleh dikreditkan.
  • Pasal 25 : Pembayaran yang dilakukan oleh wajib pajak sendiri

Perhitungan Kredit Pajak

  1. PPh Dipotong/Dipungut pihak lain
  2. a) Kredit Pajak Dalam Negeri
  • PPh Pasal 21                               xxx
  • PPh Pasal 22                               xxx
  • PPh Pasal 23                               xxx        xxx
  1. b) Kredit Pajak Luar Negeri
  • PPh Pasal 24                                              xxx
  1. PPh Yang dibayar sendiri
  • PPh Pasal 25                              xxx

  Jumlah Kredit Pajak                        xxx

Kredit Pajak PPh Pasal 24

Pada dasarnya Wajib Pajak dalam negeri terutang pajak atas seluruh  penghasilan, termasuk penghasilan yang diterima atau diperoleh  dari luar negeri. Untuk meringankan beban pajak ganda yang dapat  terjadi karena pengenaan pajak atas penghasilan yang diterima atau  diperoleh di luar negeri, ketentuan ini mengatur tentang perhitungan  besarnya pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang atas seluruh penghasilan Wajib Pajak dalam negeri.

Pajak atas penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri  yang dapat dikreditkan terhadap pajak yang terutang di Indonesia  hanyalah pajak yang langsung dikenakan atas penghasilan yang  diterima atau diperoleh Wajib Pajak.

Contoh :

PT A di Indonesia merupakan pemegang saham tunggal dari Z Inc. di Negara X. Z Inc. tersebut dalam tahun 1995 memperoleh keuntungan sebesar US$ 100,000.00. Pajak Penghasilan yang  berlaku di negara X adalah 48% dan Pajak Dividen adalah 38%.

Penghitungan pajak atas dividen tersebut adalah sebagai berikut:

Keuntungan Z Inc                                                                                  US$ 100,000.00

Pajak Penghasilan (Corporate income tax) atas Z Inc.: (48%)  US$ 48,000.00 (-)

                                                                                                                        US$ 52,000.00

Pajak atas dividen (38%)                          US$ 19,760.00 (-)

Dividen yang dikirim ke Indonesia                  US$ 32,240.00

Pajak Penghasilan yang dapat dikreditkan terhadap seluruh Pajak Penghasilan yang terutang atas PT A adalah pajak yang langsung dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh di luar negeri, dalam contoh di atas yaitu jumlah sebesar US$ 19,760.00.

Pajak Penghasilan (Corporate income tax) atas Z Inc. sebesar US$  48,000.00 tidak dapat dikreditkan terhadap Pajak Penghasilan  yang terutang atas PT A, karena pajak sebesar US$48,000.00  tersebut tidak dikenakan langsung atas penghasilan yang  diterima atau diperoleh PT A dari luar negeri, melainkan pajak yang dikenakan atas keuntungan Z Inc. di negara X.

 

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/