Tanaman Kutudaun Dan Cara Perawatannya

Tanaman Kutudaun Dan Cara Perawatannya

Kutudaun

Kutudaun/Aphids

Kutudaun/Aphids (Macrosiphoniella sanborni Gillette, Aphis craccivora) termasuk dalam Ordo Hemiptera dengan Famili Aphididae. Aphididae berasal dari bahasa Yunani yang berarti menghisap cairan, serangga ini menghisap cairan dari tumbuhan untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tanaman inang kutu daun lebih dari 400 jenis tanaman, antara lain krisan, anggrek, gerbera, lili, mawar, dll.

Gejala serangan hama ini terutama pada daun yang masih muda dan kuncup bunga yang sedang berkembang. Saat populasi tinggi hama ini menimbulkan kerusakan berat, seperti terjadi malformasi, gangguan dalam proses pembentukan bunga, dan tumbuhnya embun jelaga yang menyebabkan daun dan batang menjadi kehitam-hitaman sehingga aktivitas fotosintesis terganggu, selain itu kutu daun dapat menjadi vektor penyakit yang disebabkan oleh virus chrysanthemum mottle virus (CMV). Serangan virus ini lebih merugikan bila dibandingkan dengan kerusakan langsung yang diakibatkan oleh hama ini.

Kutu daun dewasa ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap

Imago bersayap memiliki panjang 2-2.5 mm, bertubuh lunak dan berwarna cokelat kemerahan (mahogani) dan mengkilat, imago yang tidak bersayap memiliki panjang tubuh 1.5 mm. Nimfa kutu daun mempunyai panjang 0.6-1 mm. Abdomen belakang pada kutu daun terdapat sepasang cornicle berbentuk silinder dan meruncing ke ujung. Imago bersayap biasanya muncul bila kepadatan populasi tinggi.

Seranggga ini mempunyai tingkat kepiridian yang tinggi, dan di daerah tropis berkembang biak secara partenogenesis dan vivipar. Daur hidup berlangsung 6-8 hari. Embrio dapat berbentuk tanpa melalui proses pembuahan dan telah berkembang di dalam tubuh induknya sehingga imago kutudaun tampak seperti melahirkan nimfa.

Pengendalian hama

Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara kultur teknik dan pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan satu famili dengan krisan, beberapa jenis predator yang dilaporkan cukup efektif menekan populasi kutu daun di lapangan adalah dari Famili Syrphidae (Diptera), Coccinellidae (Coleoptera) dan Crysopidae (Neuroptera). Pengendalian dengan insektisida nabati seperti neem oil, suren (Toona sp.), piretrum, mindi (Melia azedarach) efektif mengendalikan hama ini. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penaburan insektisida berbahan aktif carbofuran dengan dosis 80kg/ha saat tanam.

Sumber:  https://lahan.co.id/