TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN

TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN

Ketua Umum PA GMNI Mendapat Award KAHMI
Setiap Pemimpin dalam Memimpin sebuah Organisasi sudah barang tentu mempunyai Tipe dan Gaya dalam Kepemimpinan nya. Tipe Kepemimpinan dapat diartikan sebagai bentuk, pola atau jenis kepemimpinan, yang di dalamnya diimplementasikan beberapa perilaku atau gaya kepemimpinan sebagai pendukungnya. Sedangkan Gaya Kepemimpinan dapat diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan atau dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku para anggota organisasi atau orang yang di pimpin nya.
Sehubungan dengan itu Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:

Tipe Kharismatik

Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

Tipe Paternalistik

Tipe Kepemimpinan dengan sifat-sifat antara lain;

a. Menganggap bawahannya belum dewasa
b. bersikap terlalu melindungi
c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Tipe Otoriter

Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Pemimpin organisasi sebagai miliknya
b. Pemimpin bertindak sebagai diktator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman

Tipe Militeristik

Dalam tipe ini pemimpin mempunyai sifat-sifat:

a. Menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b. Lebih banyak menggunakan sistem perintah
c. Menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d. Formalitas yang berlebih-lebihan
e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f. Sifat komunikasi hanya se pihak

Tipe Demokrasi

Tipe demokrasi mengutamakan kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktivitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsur organisasi dilibatkan dalam aktivitas, yang dimulai penentuan tujuan, pembuatan rencana keputusan, disiplin dan seterusnya.